P-Apdesi Diduga Menyalagunakan Gunakan Tanda Tangan Pencopotan Camat Seginim

0

Bengkulu Selatan – Terkait kisruh permintaan pencopotan Camat Seginim akhirnya mulai terkuak, dari tanda tangan 19 kades yang di bawa Ketua P-Apdesi Seginim dan dua kades dalam melakukan Hearing ke DPRD bengkulu Selatan diduga bukan tanda tangan yang bertujuan permintaan pencopotan camat tetapi tanda tangan kades di acara lain yang disalah gunakan oleh oknum P-Apdesi dan oknum kades darat Sawah serta durian seginim ,

Hal ini di ketahui saat awak media mengkonfirmasi langsung kades yang ada tanda tangan yang di bawa ketua P-Apdesi ke DPRD, Menurutnya beberapa kades yang di temui  di ruang camat di antaranya kades Sindang Bulan saudara Tupli dan kades Pajar bulan saudara Daus menyampaikan bahwa tidak pernah tanda tangan dalam surat usulan untuk meminta perganti camat.

“Kami tidak pernah tanda tangan surat usulan permintaan pergantian camat itu, tanda tangan dan cap yang diklaim dalam surat itu bukan untuk usulan pergantian camat, tapi tanda tangan dan cap dalam acara yang lain , kalau tidak salah itu waktu acara di desa kota bumi atau kota agung , besar kemungkinan tanda tangan kegiatan-kegiatan lainnya juga banyak disalah gunakan, artinya ada penipuan dan pemalsuan,” kata kedua kades ke awak media  Rabu, (10/08/2022)

Lebih lanjut kades Pajar bulan menduga kemungkinan ada kepentingan oknum dibalik skenario tersebut. Diduga ada beberapa oknum kades di Kecamatan Seginim yang tidak merasa senang kepada ibu camat  dan ingin dirinya dicopot sebagai Camat Seginim.

Terkait hal ini camat Seginim saat di minta keterangan mengatakan “Hari ini (Rabu,10/08 ) seluruh kades akan di klarifikasi kebenarannya dan akan membuat surat pernyataan, jika terbukti ada kebohongan, saya akan bawa ke jalur hukum terhadap dugaan penyalagunaan dokumen tanda tangan itu,” tegasnya.

Sementara itu, sebagaimana data terhimpun dari penelusuran media ini, di ketahui selama kurun waktu tiga tahun Mardalena S.Pd M.Si mengabdi sebagai Camat Seginim telah melakukan komunikasi dengan Pemdes dijalankan dengan sangat baik. Ia juga aktif mengikuti kegiatan ditengah masyarakat.

“Camat Seginim juga selalu membuka diri untuk masukan dan kritikan. Kalau ada yang tidak sesuai, tidak apa di sampaikan kepada beliau lansung. Karena beliau juga sadar tidak mungkin menjalankan kebijakan menurut kemauannya sendiri, perlu masukan dan saran dari pihak lainnya juga,” kata salah satu Tokoh Masyarakat setempat kepada wartawan Rabu,(10/08/2022).

Sebelumnya tiga kades yang mengatasnmakan P-Apdesi Kecamatan Seginim melakukan hearing ke Komisi I DPRD BS. Mereka sudah menyampaikan surat usulan permintaan ganti camat ke Bupati. Alasan kades menuntut camat diganti karena beberapa faktor, salah satunya karena kades merasa tidak nyaman dengan adanya intervensi camat terhadap kebijakan pemerintah desa. ( David )

Komentar