Kerugian Capai Rp 1 Miliar, Tersangka Korupsi BPNT Mukomuko Disinyalir Lebih dari Satu Orang

0

Kontrass.co– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mukomuko Senin, (14/11/2022) resmi menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara ( LHP PKKN) dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bengkulu terkait penyidikan dugaan korupsi anggaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahun Anggaran 2019-2021 dengan total pagu dana Rp 40 miliar.

Kasi Pidsus Kejari Mukomuko, Agung Malik Rahman Hakim mengatakan dari LHP PKKN yang diterimanya membuktikan kegiatan bpnt tahun 2019_2021 terjadi perbuatan melanggar hukum yakni menyalahi Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 20 Tahun 2019 pada Pasal 37 dan 39 ayat (1) disebutkan pendamping sosial dilarang membentuk e-Warung, menjadi pemasok barang dan menerima imbalan, baik uang atau barang, berkaitan dengan penyaluran BPNT.

“Memang benar kami telah menerima LHP PKKN dari BPKP terkait penyidikan dugaan korupsi BPNT Mukomuko tahun 2019_2021 dengan total kerugian keuangan negara mencapai Rp 1 miliar lebih dan selanjutnya pihaknya akan segera menetapkan calon tersangkanya yang diperkirakan lebih dari satu orang,” tegas Agung Malik Rahman Hakim.

Agung menambahkan untuk pasal yang akan di kenakan terhadap bakal calon tersangka kasus dugaan korupsi BPNT 2019_2021 yakni pasal 2,3 undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Sementara untuk saksi yang telah diperiksa dalam penyidikan kasus BPNT Mukomuko 2019_2021 sebanyak 50 orang lebih antara lain para pendamping kecamatan, kordinator daerah dan pihak e warung,”tutup Agung Malik. (Red).

Komentar