Jabat Direktur Utama Bank Bengkulu, Ahmad Irfan pernah Jabat Dirut BJB Hingga Jadi BPD Terbesar di Indonesia

0

Kontrass.co– Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah resmi melantik dan mengangkat Ahmad Irfan sebagai Direktur Utama Bank Bengkulu, Rabu (27/7/2022) di Aula H Mochtar Azeari Graha Bank Bengkulu.

Diketahui, Ahmad irfan bukan orang baru di dunia perbankkan. Sepak terjangnya tidak diragukan lagi. Ia merupakan Bankir profesional yang sempat berkarir di Bank Jabar Banten (BJB). Ia bahkan sempat menjabat sebagai direktur utama selama 4 tahun sebelumnya akhirnya diberhentikan tahun 2018 lalu. Dibawah kepemimpinanya, BJB berhasil menjadi bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia.

Prestasi Ahmad Irfan semasa memimpin BJB turut diakui dunia. Ahmad Irfan menjadi nominator 15th Asia Busines Leader Award. Namanya nangkring bersama 66 CEO se-Asia yang berasal dari perusahaan-perusahaan Jepang, China, Hongkong, Singapura, India, Malaysia, Thailand, Taiwan, Filipina, dan Indonesia

Karir profesional Ahmad Irfan di dunia perbangkan berawal dari Bank Pembangunan Indonsia (Bapindo) lalu Bank Mandiri hingga akhirnya sukses menjadi direktur utama BJB. Usai berkair di BJB, Ahmad Irfan sempat dipercaya menjadi Deputi Keuangan International pada The World Peace Committee (TWPC).

Selain seorang bankir, Ahmad Irfan memiliki riwayat akademik yang sangat moncer. Ia adalah alumni Universitas Sriwijaya dan doktor ilmu ekonomi dari Universitas Padjajaran. Desertasi doktoral Ahmad Irfan yang berjudul “Model Strategi Bersaing: Studi Empiris pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia” mendapat apresiasi banyak pihak.

Intisari dari disertasi pria kelahiran 18 Desember 1963 ini adalah adopsi teknologi, manajemen inovasi, dan pengelolaan sumber daya perusahaan. Konsep ini yang kemudian disebut ‘The Irfan Model’ yang kemudian menjadi role model pengembangan pembangunan daerah di Indonesia.

Usai dilantik, Direktur Utama Bank Bengkulu Ahmad Irfan menyatakan siap menjalankan amanah dan tugas yang diberikan kepada dirinya. Ia berkomitmen untuk lebih memajukan Bank Bengkulu kedepan, agar tetap tangguh dan tumbuh. Mantan dirut Bank Jabar Banten (BJB) ini optimistis di bawah kepemimpinannya, kinerja dan pelayanan Bank Bengkulu dapat lebih baik kedepannya.

“Selain tiga tantangan dunia perbankan yang telah disampaikan pak gubernur tadi, juga diperlukan sinergitas dan kolaborasi dengan Bank yang memiliki permodalan dan sarana serta prasarana yang memadai untuk mempercepat proses transformasi digital Bank Bengkulu,” kata Ahmad Irfan.

Sementara, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat diwawancara mengatakan bahwa ada tiga poin penting untuk mentransformasi kemajuan Bank Bengkulu yang menjadi tugas bagi Direktur Utama baru Bank Bengkulu.

Yang pertama yakni, tantangan dunia perbankan untuk mempercepat proses digitalisasi dan perkembangan ekonomi kreatif agar berkembang pesat. Kedua yakni, peningkatan kualitas pelayanan nasabah. karena menurutnya, itu salah satu hal penting untuk meningkatkan kepuasan nasabah.

Kemudian yang ketiga kata Gubernur Rohidin, melakukan harmonisasi regulasi yang bersifat nasional seperti perundang – undangan, peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Peraturan Bank Indonesia.

“Saya kira sektor perbankan memang harus mengarah kesitu. Penerapan aplikasi digital menjadi sebuah keharusan. Pertumbuhan perbankan tidak hanya bertujuan untuk menarik nasabah untuk menabung, tetapi lebih kepada pelayanan perbankan. Harmonisasi regulasi, baik secara nasional maupun secara internal, kemudian diikuti dengan evaluasi dan penempatan sumber daya manusia,” ujar Gubernur Rohidin.

Sekedar mengingatkan, dalam RUPS-LB yang digelar pada Desember 2021 lalu, pemegang saham Bank Bengkulu melakukan perombakan manajemen diantaranya memberhentikan Agusalim dari jabatan Direktur Utama, Yanti Kurniati dari jabatan Direktur Kepatuhan, dan Mulyadi dari jabatan komisaris utusan pemegang saham. (Red)

 

Komentar