Diduga, Oknum Jaksa Terlibat dalam Kasus Mafia Tanah Pekan Sabtu

0

Kontrass.co,Bengkulu – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Mapolda Bengkulu terus menggeber penyidikan kasus mafia tanah Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Setelah sebelumnya menetapkan Satria Utama alias Ujang Satria sebagai tersangka, Polda kembali menetapkan dua orang tersangka baru yakni IS (56) dan SE (34). Namun, dari hasil pengembangan, menguak fakta baru soal adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Dir Reskrimum polda Bengkulu, Kombes Pol Teddy, S,SIk,.M.Si menyebutkan, pada tahun 2017 lalu, tersangka SE dihubungi oleh MK yang merupakan salah satu oknum jaksa di Bengkulu untuk bertemu dengan Satria Utama alias Ujang Satria yang saat ini sedang mendekam di penjara atas kasus pemalsuan surat.

Dari pertemuan itu, SE, MK dan SU alias US membuat kesepakatan dan langsung melihat lokasi tanah tersebut. Peran yang dimainkan pun berbeda-beda. SU Alias US bertugas membuat suurat-surat tanah, tersangka SE bertugas meminta uang sebesar Rp. 20.000.000 dari PT. Japala Cahaya Utama (pihak yang akan membeli tanah)  sebagai uang muka penjualan tanah, sedangkan MK bertugas memfalisitasi pertemuan hingga ikut meninjau lokasi.

“Untuk tersangka IS bertugas membuat cap stempel dan cap tandatangan dan di dalam surat-surat tanah SE tersebut dipalsukan tanda tangan saksi sebatas atas nama Pebrian Syaferi, Muklis Ketua RT. 07, Herlan mantan Lurah Pekan Sabtu dan Ibnu Masud mantan Camat Selebar serta stempel kelurahan pekan sabtu dan kecamatan selebar dipalsukan,”kata Kombes Pol Teddy

Kemudian, dalam hal ini  surat tanah yang diduga palsu telah digunakan untuk penerbitan Peta Bidang Tanah Nomor: 237/2018 atas nama SE, tanggal 24 April 2018 dari BPN Kota Bengkulu, serta telah terbit PBB Tersangka SE yang diajukan dan dibuat oleh SU alias US.

“Di lokasi tanah tersebut telah ada pemiliknya dengan bukti kepemilikan SHM atas nama P. Simamora Nomor: 05506 tahun 1984 dengan luas 10.605 M2,” beber Kombes Teddy.

Data terhimpun, kasus ini mencuat setelah Mapolda Bengkulu menerima laporan pada 21 januari 2021 lalu. Diduga telah dipalsukan surat- surat tanah atas nama Syofian warga Jalan Baru Kelurahan Pekan Sabtu Kota Bengkulu. Dalam surat itu telah dipalsukan tanda tangan saksi sebatas yakni Pebrian Syaferi, tanda tangan Muklis (Ketua Rt. 07), tanda tangan Herlan, SH (Lurah Pekan Sabtu), dan tanda tangan Ibnu Masud (Camat pekan sabtu).

Lalu, surat- surat tanah tersebut telah digunakan oleh Syofyan untuk penerbitan peta bidang tanah dari BPN Kota Bengkulu, sedangkan dilokasi tanah ini telah ada pemilik sah dengan bukti kepemilikan SHM atas nama P. Simamora nomor : 05506 tahun 1984 dengan luas 10.605 M2.  Atas terbitnya surat- surat atas nama Syofyan tersebut korban merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Bengkulu untuk proses lebih lanjut.

Saat ini ketiga tersangka baru dikenakan Pasal yang diprasangkakan, Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Surat sebagaimana dalam Pasal 263 ayat (1) ayat (2) KUHPidana Jo Pasal 55 KUH Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (Enam) Tahun.

Reporter: Panji Putra Pradana/Editor: Mahmud Yunus

bawah berita
iklan 2