‘Berkuasa Dalam Penguasa’

0

Tak adil rasanya jika penulis menyebutkan didunia ini hanya diisi orang-orang baik. Tentu diantara golongan mereka ada yang memiliki sifat zolim atau lebih dikenal kejam. Terlebih pun lebih kejam dari Fir’aun.

Tak bisa dipungkiri, perlakuan zolim ini sudah muncul jauh sebelum Rasulullah hadir di muka bumi, salah satunya potret pemimpin zalim yang Allah gambarkan di dalam Al-Qur’an sebelum diutusnya baginda Nabi Muhammad SAW adalah kisah fir’aun.

Di dalam hidup ini terjadi pengulangan historis atau pengulangan peristiwa yang serupa. Apa yang telah dialami masa sebelumnya, bisa saja akan dialami kembali masa setelahnya. Begitu juga dengan kezoliman pemimpin yang dialami oleh orang-orang terdahulu, akan terjadi lagi dimasa sekarang dengan pemain yang berbeda, (Mark Twain)

Namun, kali ini kita akan mengupas para bawahan-bawahan penguasa yang angkuh dan  semena-mena dalam mengambil keputusan. Tepatnya bisa disebut dengan panggilan ‘Berkuasa dalam Penguasa’. Tentu saja sikap ini tak ada ubahnya dengan Fir’aun moderen maupun pengikutnya.

Kita sadari, kodrat pemimpin memberikan perintah kepada bawahannya agar tujuan tertentu yang sudah direncanakan bersama akan tercapai dengan baik. Namun apa jadinya jika si ‘berkuasa’ ini yang memiliki gaya sok berkuasa melebihi sifat penguasanya.

Tentu, sikap ini merugikan pemimpinnya. Bagaimana tidak, sikap serupa terkadang dilakukan dengan sengaja untuk menjatuhkan atasannya. Atau, mungkin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari keuntungan pribadi (memperkaya diri) bisa jadi juga untuk mencari perhatian kepada atasannya dengan tujuan agar bisa mendapatkan posisi yang lebih nyaman.

Tak heran rasanya jika sifat serupa ini masih terjadi di zaman sekarang ini. Apakah keangkuhan tersebut akan terus kita biarkan? Atau kita hanya berdiam diri menyaksikan pertunjukan-pertunjukan yang dilakukan bawahan penguasa yang tak patut di pertahakankan lagi jabatannya oleh pemimpinnya?. Tentu hal semacam ini harus segera dihentikan dan dimusnahkan agar orang semacam Fir’aun moderen di  ini di babat bingkas.

Lalu apa yang diharapkan untuk merubah kondisi ini ? agar tidak terus menerus terjadi. Sebagai pemimpin hendaknya bersikap tegas, teliti melihat situasi yang ada. Sebab, tanpa disadari ada yang berkuasa dalam penguasa sebagai  bentuk ketidaktaatan dan merupakan bentuk perlawanan. Sewaktu-waktu akan menjadi boom waktu yang akan menghantam apa dan siapa disekitarnya.

Akankah tindakan mereka menjadi contoh atau malah bertolak belakang saat mengetahui boom waktu meledak. Penyesalan tentunya akan selalu datang diakhir.

Penulis : Mahmud Yunus

bawah berita
iklan 2