Bantah Tuduhan Ijazah Palsu, PH Zurdinata Bakal Lapor Balik

0

 

KONTRASS.CO – Penuhi panggilan penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu atas laporan dugaan ijazah palsu, Calon Wakil Bupati (Cawabub) terpilih Kabupaten Kepahiang Zurdinata didampingi kuasa hukumya Dede Frastien, SH.MH datangi Mapolda Bengkulu.

Usai diperiksa penyidik, Zurdinata menegaskan akan melapor balik pelapor apabila laporan dugaan ijazah palsu yang disampaikan ke Polda Bengkulu tersebut tidak terbukti.

“Sudah pastilah kita membantah, ijazah kita asli dan saya punya data yang otentik dan konkrit. Terkait konsekuensinya nanti, kalau tidak terbukti kita sudah pasti akan lapor balik. Karena sudah mencemarkan nama baik saya dan fitnah,” tegas Zurdinata, Jum’at (5/1/20).

Kuasa Hukum Zurdinata Dede Frastien, SH.MH menjelaskan, dalam pemenuhan panggilan tersebut, pihaknya menghadirkan saksi pembanding dari saksi yang dihadirkan pelapor pada pemanggilan beberapa waktu lalu untuk membantah tuduhan ijazah palsu Zurdinata yang mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Kepahiang mendampingi Hidayatullah Sjahid cacat administrasi.

“Tuduhan pelapor kita bantah malalui saksi-saksi yang kita hadirkan dan bukti-bukti yang otentik yang sudah kita sampaikan kepada penyidik, nanti kita tunggu keputusan penyidik, semoga saja penyidik bisa objektif menyelidiki perkara ini, agar kejadian sama tidak terulang kembali, karena pelaporan atas dugaan ijazah palsu yang dialami klien kami ini bukan yang pertama kali,”

Dede menegaskan bahwa ijazah Zurdinata adalah ijazah asli karena sudah diakui lembaga yang berwenang. ljazah itu sudah digunakan sejak 2004 lalu hingga saat Zurdinata menjabat sebagai Waka (Wakil Kepala) DPRD Kepahiang 2009.

Selain itu, penyidik juga sudah datang ke Kepahiang untuk memeriksa pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepahiang, Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.

Sekedar mengingatkan, Cawabub Kepahing terpilih Zurdinata dilaporkan oleh Rustam Efendi Ketua Front Pembela Rakyat (FPR) Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu atas kasus dugaan penggunaan ijaza palsu. (red/n)

Komentar